Menutup rangkaian tahun 1429 Hijriah, para ikhwan sohibul MANFAAT menggelar amalaiyah bulanan pada 28 Desember lalu. Puluhan ikhwan berdatangan dari berbagai tempat, termasuk Karawang. Dan, kemarakan menjadi terasa karena masih dalam suasana "kangen-kangenan" dengan KHM Siradjuddin Ruyani yang baru saja kembali dari Tanah Suci. Usai acara, Ustadz Sirod -- begitu ia dipanggil -- langsung mentalqin sejumlah ikhwan baru.
29 Desember 2008
AMALIYAH BULANAN DI KORWIL KARAWANG
Maka, di tengah keremangan malam Karawang dan sepoi angin yang bikin ngantuk, tradisi bulanan itu berlangsung dengan kekhusyuan. "Bersyukurlah dengan dzikir yang diijazahkan Guru Mursyid kepada kita. Karena, saya merasakan sekali manfaatnya ketika berada di Tanah Suci," kata Ustadz Sirod -- panggilan Wakil Talqin dari Tangerang itu.
Sekitar satu jam, Ustadz Sirod mengurai ceramah ilmiah yang didominasi seluruh pengalamannya berhaji. Alhamdulillah, kado dari Mekah memang benar-benar terasa. Sebelumnya, Ustadz sirod juga sempat mentalqin sejumlah ikhwan baru di lantai atas.[]
21 Desember 2008
USTADZ SIROD PULANG
Malamnya, pak Ustadz Sirod langsung memimpin acara manaqib di rumah kediaman pak Rosdiana di kawasan Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang. "Saya kangen sama manaqiban," kata pak Ustadz, dengan rambut yang plontos. Meski masih terlihat lelah, keceriaan terpancar di wajahnya. Oleh-olehnya mana?[]
IDUL ADHA DI SOHIBUL MANFAAT
23 November 2008
AMALIYAH BULANAN DZULKAIDAH 1429 HIJRIAH
"Manaqib itu memiliki tiga tujuan utama. Pertama menjadi tempat untuk berdzikir. Kedua merupakan pelajaran bersedekah bagi sohibul bait. Yang ketiga adalah pelajaran berjamaah seperti yang disunnahkan Rasulallah SAW," kata Kyai Soleh.
Banyak pesan yang diuraikan sebagai tausyiah bagi para ikhwan. Yang pasti, meski Ustadz Sirod tidak ada di tempat, alhamdulillah acara itu sukses digelar. Bahkan, tetap saja ada mutiara-mutiara yang bisa dijadikan bekal untuk amaliyah para ikhwan.
AMALIYAH BULANAN DI MASJID AT-TIEN
"Ini sejarah. Pak Harto itu merupakan ikhwan sejak tahun 1970. Beliau ditalqin langsung oleh Guru Mursyid," kata Wakil Talqin dari Ciamis, KHM Abdul Gaos SM. "Saya, termasuk saksi sejarahnya."
Uraian sejarah menjadi informasi berharga bagi para ikhwan tentang kemudahan untuk menggelar acara bulanan itu di Masjid At-Tien. Terlebih lagi, sejak halaman depan para ikhwan telah menyaksikan berbagai spanduk bertuliskan "Amaliyah Bulanan HM Soeharto". Artinya, acara itu memang khusus dirancang untuk almarhum yang merupakan ikhwan juga. Subhanallah.
Yang pasti, sejak khataman berlangsung hingga sahalat dhuhur digelar, para ikhwan merasakan "kelezatan" dzikir dan rangkaian acara itu. Sehingga, mereka pun ikhlas "duduk manis" berjam-jam untuk mengikuti acara dan mersepainya secara khusu."Kehebatan acara ini, karena kita merasakan kehadiran Guru Mursyid di tempat ini," kata Ajengan Gaos kemudian. Para ikhwan pun mengamininya dengan keharuan.
Insya Allah, acara Manaqib di Masjid At-Tien rutin dilaksanakan setiap hari Senin pada minggu ketiga setiap bulannya.[]
USTADZ SIROD NAIK HAJI
Langganan:
Postingan (Atom)