31 Mei 2009

HIKMAH MANKOBAH JUMADIL AWAL 1439 HIJRIAH

Mankobah kali ini mengurai kisah Syekh Ahmad Kanji saat menerima mahkota dan sorban kesufian dari Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Diriwayatkan, saat Syekh Ahmad Kanji berwudhi terlintas bayangan kelompok tarekat Syekh Abdul Qadir Jailani QS yang lebih disukai kelompok tarekat lain. Guru Syekh Ahmad Kanji, Syekh Abi Ishak Maghribi, mengetahui hal itu.

"Apa kau mengetahui kedudukan Syekh Abdul Qadir Jailani QS?" tanya sang guru.


"Tidak tahu," kata Syekh Ahmad Kanji.


"Perlu diketahui, Syekh Abdul Qadir Jailani QS memiliki dua belas sifat-siat kemuliaan. Kalau lautan dijadikan tintanya dan pepohonan dijadikan penanya, serta manusia, malaikat, dan jin, menjadi penulisnya, maka tidak akan mampu menuliskan sifat-sifat jatidiri beliau."


Mendengar uraian itu, kecintaan Syekh Ahmad Kanji kepada Syekh Abdul Qadir Jailani QS makin menggelora seraya berbisik dalam hati, "Salah satu harapanku, jangan dahulu aku meninggal dunia sebelum aku mendalami dan mengamalkan tarekatnya."


Dengan kemauan keras, ia meninggalkan Baghdad. Setibanya di wilayah Ajmir, ia mengambil wudhu di sebuah sungai di kaki gunung. Angin sepoi-sepoi membelai tubuhnya hingga membuatnya terlena dan tertidur. Dalam keadaan tidur, Syekh Ahmad Kanji bermimpi didatangi oleh Syekh Abdul Qadir Jailani QS, yang membawa mahkota merah dan sorban hijau.


Syekh Ahmad Kanji berdiri menghormat. Lalu, Syekh Abdul Qadir Jailani QS memintanya mendekat dan mengenakan mahkota merah dan sorban hijau di kepalanya, seraya berkata, "Wahai Ahmad Kanji, sekarang kamu sudah menjadi muridku, menjadi anakku, sekaligus menjadi Rijalullah (Pahlawan Allah)."


Tiba-tiba Syekh Abdul Qadir Jailani QS menghilangdari pandangannya, dan Syekh Ahmad Kanji terbangun dari tidurnya. Anehnya, mahkota merah dan sorban hijau sudah terpasang di atas kepalanya. Ia pun langsung bersujud syukur atas nikmat Allah Swt yang telah didapatnya.


"Mahkota merah dan sorban hijau adalah hirkoh kemuliaan dan keberkahan bagimu dan kamu sangat dikasihi Syekh Abdul Qadir Jailani QS. Kamu sekarang menjadi wali utama," kata syekh Abi Ishak Maghribi.


Diriwayatkan pula, setelah mendapay mahkota merah dan sorban hijau, Syekh Ahmad Kanji masih mencari kayu bakar untuk memasak nasi dan roti bagi fakir miskin. Padahal, gurunya sudah melarang. Keanehan terjadi. Sepanjang perjalanan, kayu tidak menempel di atas kepala yang telah dibalut sorban hijau dan mahkota merah. Kayu itu melayang-layang.


"Mahkota merah adalah simbol dzikir jahar dan sorban hijau adalah simbol dzikir khofi," jelas KHM Siradjuddin Ruyani, seusai pembacaan mankobah pada amaliyah manakiban di Mushalla Sohibul Manfaat, 26 Mei lalu. "Karena itu, beruntungnlah para ikhwan yang telah mendapat talqin dzikir jahar dan dzikir khofi. Karena sama artinya, kita juga mencoba mendapat mahkota merah dan sorban hijau itu."


Tentang kayu yang melayang-layang di atas kepala Syekh Ahmad Kanji, Ustadz Sirod -- begitu Wakil Talqin TQN wilayah Tangerang itu dipanggil -- menyebutnya sebagai istiqomah menjaga kesucian dzikir jahar dan dzikir khofi. "Orang yang sudah ditalqin harus menjaga jarak dengan berbagai hal yang merugikan amaliyahnya."


Sekitar 200 ikhwan yang memadai mushalla diam terpaku, menyimak khusyu, dan mencoba meraih mutiara amaliyah manakiban kali ini. Subhanallah.[]

10 Mei 2009

SHALAT, DI MANA PUN









Pray, pray, just pray... This is a vehicle to see our God.