19 Oktober 2008

AMALIYAH BULANAN DI MASJID KUBAH EMAS

Pagi-pagi sekali, ketika sebagian orangbersiap-siap melangkah kaki untuk menjalankan shalat dhuha, Salawat Bani Hasyim menggema di lingkungan Masjid Dian Al-Mahri atau Masjid Kubah Emas di kawasan Meruyung, Depok, 18 Oktober kemarin. Sekitar 5.000 ikhwan dari berbagai tempat begitu bersemangat melantunkan pujian untuk bangsawan Bani Hasyim itu, Baginda Rasullah SAW.

Alunan salawat itu merupakan isyarat, para ikhwan memang tengah menggelar acara spesial di tempat itu. Seperti disampaikan di berbagai kesempatan, hari itu para ikhwan memang tengah melaksanakan amaliyah bulanan Manaqib. Karena itu, para ikhwan pun berbondong-bondong untuk mengikutinya.

Setelah berkhataman dengan penuh khusyu, para ikhwan langsung mengikuti acara Manaqib yang dikawal dua Wakil Talwin, KHM Abdul Gaos Syaefullah Maslul dari Ciamis dan Ustadz M. Siradjuddin Ruyani Syaefullah Bashir dari Tangerang. Sejak pembacaan Al Qur'an, pembacaan Tanbih, Tawassul, hingga Manaqib, seluruh hadirin larut dalam kesejukan hati. Inilah pelajaran cinta yang tengah ditebarkan di tempat ini.

Suka cita yang kian tak terkendali makin terasa ketika mereka melantunkan zikir jahar ba'da shalat dhuhur.

"La ilaha ilallah, la ilaha ilallah, la ilaha ilallah..."

Meski panas dan lapar begitu terasa, namun tidak kata lesu dan tidak bergairah. Para ikhwan tetap duduk manis hingga acara berakhir. Bahkan, ketika Ajengan Gaos -- panggilan akrab KHM Abdul Gaos SM -- mentalqin ikhwan baru, para ikhwan lain ikut duduk di lingkaran. Maka, suasana talqin jadi tidak kalah serunya.

Keharuan dan kedasyayatan acara itu, bisa juga disaksikan melalui video yang ditampilkan di laman ini. Ila Anta maqshudi warhoka mathlubi, 'athini mahhabataka wamarifataka...

13 Oktober 2008

MANAQIB DI MASJID KUBAH EMAS

Menara Masjid Nurul Asror di Ponpes Suryalaya bakal memercikkan kharismanya ke masjid-masjid lain.

Tradisi bulanan Thoriqoh Qadiriyah Naqsyabandiyah, Manaqib, menembus Masjid Dian Al-Mahri, masjid super mewah dengan kubah emasnya di kawasan Maruyung, Depok. Ini menjadi "proyek" dasyat bagi akhwah TQN, yang biasanya menggelar acara itu di tempat tertutup alias di masjidnya masing-masing.

Tidak tanggung-tanggung, kali ini dua Wakil Talqin TQN, KHM Abdul Gaos Syaefullah Maslul dan Ustadz M. Siradjuddin Ruyani Syaefullah Bashir akan mengawal acara itu. Sehingga, diharapkan para akhwah di mana pun akan meramaikan acara itu.

Acara akan digelar pada tanggal 18 Oktober 2008 mulai pukul 08.00 WIb sampai selesai. Selain khataman, manaqib, dan mendengar tausyiah dua da'i kondang, para calon akhwah pun bisa mengikuti talqin.[]

12 Oktober 2008

FROM BANDUNG WITH LOVE

Ajengan KHM Abdul Gaos Syaefullah Maslul, Wakil Talqin TQN Wilayah Ciamis, Jawa Barat.

Ustadz M. Siradjuddin Ruyani ikut membagikan cinta di Bandung, dengan memimpin "tawasul" pada Manaqib di kediaman Bapak H. Rozali Usman.

Ajengan Gaos bersama ikwan cilik Sohibul Manfaat, Kaka dan Koqo.

Ustadz Sirod dan kawan-kawan ikut menyaksikan kebahagiaan Kaka dan Koqo yang bisa berdekatan Ajengan Gaos.

Di rumah Bapak H. Rozali Usman di Bandung, para akhwah Sohibul Manfaat bergaya. Kayaknya bisa deh jadi foto model.

Perjalanan memburu cinta dari Suryalaya tidak berakhir bergitu saja. Setelah mengunjungi Pangersa Abah Anom, Ustadz M. Siradjuddin Ruyani membawa rombongan ke arah Bandung. Persisnya, di kediaman Bapak H. Rozali Usman.

Di tempat itu, ternyata telah menunggu Wakil Talqin TQN senior asal Ciamis, KHM Abdul Gaos Syaefullah Maslul atau Ajengan Gaos. Maka, kesempatan bersilaturahim pun membentang demikian indahnya. Selain berfotoria, kami pun mengikuti acara manaqiban di tempat itu.[]

08 Oktober 2008

AMALIYAH BULANAN SYAWAL 1429 H

Berbeda dengan penyelegaraan manaqib sebelumnya yang di minggu ke-4 setiap bulannya, kali ini acara itu dilaksanakan pada minggu pertama. Hal itu terkait acara Walimatus Safar Ustadz M. Siradjuddin Ruyani yang juga diselenggarakan di hari yang sama. Meski suasana mudik dan Idul Fitri masih terasa, ternyata tidak mengurangi kemarakan dan kehikmatan tradisi bulanan ini.

Sekitar seratus akhwah memadati bagian dalam dan halaman Mushalla Sohibul Manfaat. Mereka bukan hanya berasal dari wilayah Tangerang, tapi juga daerah-daerah lain. Tujuannya pun beragam. Ada yang karena memenuhi kewajiban manaqib, tapi ada juga memang sengaja menggabungkannya untuk berhalal bihalal dan menghantarkan salam perpisahan untuk wakil talqin yang hendak berhaji. Subhanallah.

"Saya menitipkan keluarga dan berharap doa restu para ikhwan dan akhwat," kata Ustadz M. Siradjuddin Ruyani. Sesekali tangan wakil talqin itu disekakan ke matanya yang berair. Para akhwah tak kalah terharunya. Beberapa akhwat ikut menangis. Terharu.

Meski begitu, hikmah mankobah dan tausyiah tetap saja meluncurkan dari Ustadz Sirod -- begitu wakil talqin itu biasa dipanggil. "Pokoknya, amalkan saja apa-apa yang sudah ditugaskan. Jangan membesarkan khayalan dan keinginan. Pokoknya, amalkan saja!"

Selain shalat fadhu, para ikhwan dibekali tugas shalat-shalat nawafil sejak fajar menyingsing hingga malam, zikir harian, zikir mingguan berjamaah dalam khataman, dan juga manaqib. Karena, dengan keikhlasan dan berharap akan kerindhanNya, semua amaliyah kelak membuahkan buah nan ranum.

Malamnya, para ikhwan kembali berkumpul di halaman Mushalla Sohibul Manfaat. Kali ini, mereka mengikuti hikmah Walimatus Safar yang disampaikan Doktor KH Achmad Suhaemi Hasan alias Ajengan Eces.

Meski acara sempat mulur beberapa jam, namun tidak membuyarkan kesabaran dan harapan untuk memperoleh pengetahuan. Lebih daripada itu, mereka memang begitu kokoh membangun kebersamaan dan kesetiaan terhadap gurunya yang wakil talqin, serta sesama akhwah. Sehingga, ketika malam menyergap dan dingin terus menusuki tulang, mereka tetap duduk manis di hadap ajengan. Sebaliknya, Ajengan Eces pun tak kalah semangatnya, untuk menghidangkan tausyiah haji.[]